Rabu, 10 Juli 2013

Contoh Cerpen



DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Identifikasi Masalah
  3. Batasan Masalah
  4. Rumusan Masalah
  5. Tujuan Pembahasan
  6. Kajian Pustaka
BAB II PEMBAHASAN
  1. Tokoh dan Penokohan
  2. Alur (Plot)
  3. Amanat
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan
  2. Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA

 
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Cerpen sebagai prosa fiksi mempunyai nilai eksistensi dan karakter tersendiri bagi penulis dan pembacanya. Pada umumnya cerpen dibangun atas 2 unsur (1) Unsur Intrinsik yang meliputi: tema,amanat,latar (setting),sudut pandang (point of view),tokoh dan penokohan,diksi/pilihan kata/gaya bahasa,dsb. (2) Unsur Ekstrinsik meliputi: nilai sosial,politik,biografi pengarang,dsb.
Cerpen adalah gambaran kehidupan nyata seorang tokoh utama yang diperkokoh dengan adanya tokoh pendukung,kini cerpen menjadi bentuk prosa yang dominan karena mudah disampaikan melalui surat kabar,majalah,radio ataupun internet. Bahkan ada majalah yang semata-mata memuat cerpen. Bapak cerpen dan novelis Indonesia adalah Suman H.S. Novel pertamanya adalah Kasih Tak Terlerai (1929)
Dengan mengapresiasi cerpen,kita dapat mengambil nilai positif yang ada di dalamnya kemudian dapat kita apresiasikan pada format kehidupan kita. Termasuk nilai positif yang dapat kita ambil dari cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” Karya Mudjibah Utami.

  1. Identifikasi Makalah
Ruang lingkup unsur intrinsik cerpen sangat luas. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema,latar (setting),sudut pandang (point of view),tokoh dan penokohan,diksi/pilihan kata/gaya bahasa dan amanat.

  1. Batasan Masalah
Dalam analisis unsur intrinsik cerpen yang sangat luas ruang lingkupnya,maka penulis membatasi studi ini. Dikarenakan terbatasnya waktu dan biaya. Melalui makalah ini,penulis hanya akan menganalisis 3 unsur intrinsik cerpen yang terdiri dari tokoh dan penokohan tokoh utama,alur (plot),dan amanat cerpen.

  1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dari cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,”, karya Mudjibah Utami,antara lain:
    1. Bagaimana tokoh dan penokohan tokoh utama dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami?
    2. Bagaimana pola alur (plot) dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami?
    3. Apa amanat yang terkandung dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami?

  1. Kajian Pustaka
Menurut Nia Kurniati Sapari (2008:182) unsur intrinsik adalah unsur pembangunan dari dalam. Unsur-unsur yang dimaksud adalah penokohan,latar,alur,tema dan amanat yang terkandung didalamnya.
Menurut Euis Sulastri,dkk (2008:127) penokohan adalah pelukisan tokoh cerita,baik keadaan lahir maupun batin,termasuk keyakinan,pandangan hidup,adat istiadat,dsb. Ada 3 cara untuk melukiskan watak tokoh cerita,yaitu dengan cara langsung,tidak langsung,dan kontekstual.
Menurut Stanton alur adalah suatu runtutan peristiwa yang tejadi didalam sebuah cerita,dimana satu sama lain saling berhubungan dari awal hingga akhir. Stanton membedakan alur (plot) kedalam urutan waktu,antara lain plot lurus (progesif),dan plot sorot-balik (flash back). Plot lurus adalah jika peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis;peristiwa yang satu diikuti oleh (menyebabkan) terjadinya peristiwa-peristiwa yang kemudian secara runtut ceritanya dimulai dari tahap awal,tengah dan akhir. Sedangkan plot sorot-balik (flash back) yaitu jika ceritanya tidak dimulai dari tahap awal (yang benar-benar awal cerita secara logika),kemudian dimulai dari tahap tengah atau bahkan dari tahap akhir,baru kemudian tahap awal dikisahkan (www.scribd.com).
Menurut Adi Abdul Somad,dkk (2008:6) amanat adalah bagian akhir yang merupakan pesan dari cerita yang dibaca. Dalam hal ini pengarang menitipkan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari cerpen yang dibaca.


BAB II
PEMBAHASAN

  1. Penokohan Tokoh Utama dalam Cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” Karya Mudjibah Utami.
Runtutan cerita dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami didukung oleh banyak tokoh. Tokoh utama cerpen tersebut yaitu Via. Tokoh dan penokohan Via dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” antara lain:
Tokoh
Penokohan
Bukti Pendukung

Tokoh Utama

Via
Mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain
“Tadi di Puskesmas Bi Jum bercerita pada orang- orang. Katanya Bunda tidak mau mengurus via. Bunda sibuk berkarir. Itulah sebabnya via diasuh Eyang” (halaman ke- 173, paragraf ke- 1)
Pemarah
“Dan alasan itu karena mereka tidak mau repot mengasuh anknya,kan? Potong via sengit. (halaman ke- 174, paragraf ke- 2)
“Begitu Eyang berlalu, Via meremas kertas. Untuk apa menulis karangan tentang bunda? Bikin tambah kesal saja. Plung! Via melempar kertas ketempat sampah. (halaman ke- 175, paragraf ke- 2)
Sering sakit
“Lalu via mulai sakit- sakitan. Akhirnya, ia harus opname.(halaman ke- 175, paragraf ke- 3)
Optimistis
Namun, via yakin Bunda amat menyayanginya. Keyakinan itu akan ia jaga baik- baik.(halaman ke- 177, paragraf ke- 4)

  1. Alur dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” Karya Mudjibah Utami
Alur (plot) yang tertuang dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” adalah plot sorot balik (flash- back) dan dimulai dari tahap tengah karena merupakan awal cerita secara logika, lalu tahap awal baru kemudian tahap akhir. Cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami mempunyai pola alur sebagai berikut:
Pola Alur
Bukti Pendukung
Perkenalan keadaan
“Langit begitu biru. Via menatap gumpalan awan putih yang berarak. Dulu bunda bercerita awan itu berlari karena takut digelitik angina. Kenangan via kembali kemasa kecil. (halaman ke- 175, paragraf ke- 3)
Pertikaian/ Konflik
“Brek! Via menghempaskan tubuhnya di tempat tidur. Air matanya meleleh membasahi bantal. Hati via betul- betul terlukamendengar omongan Bi jum. (halaman ke- 172, paragraf ke- 1)
Konflik berkembang semakin rumit
Ya, sepertinya ucapan Bi Jum ada benarnya juga. Bude Laras dan Bulik Prita, saudara bunda mengasuh sendiri anak- anaknya. Meskipun mereka berdua juga bekerja di kantor. Sementara via diasuh Eyang. (halaman ke- 174, paragraf ke- 2)
Klimaks
“Begitu Eyang berlalu, via meremas kertas. Untuk apa menulis kenangan tentang Bunda? Bikin tambah kesal saja. Plung! Via melempar kertas ketempat sampah. (halaman ke- 175, paragraf ke- 2)
Solusi
“Ah, tiba- tiba ada aliran haru di dada Via. Keraguannya terhadap kasih sayang Bunda, hilang sudah. (halaman ke- 176, paragraf ke- 4)



  1. Amanat dalam Cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,”Karya Mudjibah Utami
Amanat merupakan pesan dalam cerita yang disampaikan oleh. Penulis kepada pembaca. Dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” karya Mudjibah Utami terdapat berbagai pesan, antara lain yaitu sebagai berikut:
Amanat
Bukti Pendukung
Berusahalah untuk mencari solusi yang terbaik pada setiap masalah yang kita hadapi.
“Dulu, Eyang kecewa terhadap seseorang, Eyang menulis semua kenangan yang manis ataupun yang tidak menyenangkan. Biasanya begitu selesai menulis, hati ini bisa menilai orang itu dengan tepat. Via mau mencoba cara ini? Tulislah kenangan tentang Bunda. Mudah- mudahan via akan menemukan jawaban. Eyang kedapur dulu, ya.” (halaman ke- 174, paragraf ke- 2)
Setiap orang tua pasti mempunyai rasa kasih sayang pada anaknya
“Sebetulnya Bunda keberatan. Namun demi kebaikan Via, Bundapun rela” (halaman ke- 176, paragraf ke- 3)
Biasakan diri untuk selalu berfikir positif
“Sewaktu- waktu bila hatinya ragu ia akan membaca tulisannya kembali. Biarlah Bi Jum berpendapat Bunda tidak mau mengasuh dirinya. Namun, Via via yakin Bunda amat menyayanginya. Keyakinan itu akan ia jaga baik- baik.” (halaman ke- 176, paragraf ke- 4)
Jangan mudah terpengaruh ucapan orang lain selagi belum ada bukti yang membenarkannya
“Kini ia tidak boleh begitu saja terpengaruh ucapan orang lain.” (halaman ke- 177, paragraf ke- 4)
Dan amanat lainnya



BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
    1. Tokoh utama dalam cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” yaitu Via. Tokoh Via digambarkan oleh pengarang sebagai anak yang mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain, pemarah, sering sakit dan optimistis (berpikiran positif)
    2. Alur yang terjadi pada cerpen,”Kenangan Tentang Bunda,” yaitu alur flash back (sorot balik) dengan susunan pola alur antara lain: perkenalan keadaan, pertikaian, konflik berkembang semakin sulit, klimaks, dan solusi.
    3. Ada beragam amanat yang terkandung dalam cerpen,”Kenangaan Tentang Bunda,” diantaranya yaitu berusahalah untuk selalu mencari solusi yang terbaik pada setiap masalah yang kita hadapi, setiap orang tua pasti mempunyai rasa kasih sayang pada anaknya, biasakan diri untuk selalu berpikir positif, jangan mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain selagi belum ada bukti yang membenarkannya.

  1. Saran- saran
Penulis menyarankan pada pembaca supaya:
    1. meningkatkan budaya membaca, mengapresiasi, menganalisis cerpen ataupun novel yang mengandung nilai hiburan dan sosial yang tertinggi.
    2. pustakawan MAI Attanwir lebih melengkapi koleksi buku- buku sastra sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa berkreatifitas dalam membaca.





DAFTAR PUSTAKA

Nurgiyantoro. 2000. Kajian Teori (online),www.Scribd.com (diakses 4 oktober 2010)
Sapari, nia Kurniawati. 2008. Kompetensi Berbahasa Indonesia (Buku untuk Teks Kelas VII SMP/ MTS). Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
Somad, Adi Abdul dkk. 2008. aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia (Buku Teks untuk Kelas X SMA/ MA). Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
Sulastri, Euis dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia (Buku Teks untuk Kelas XI SMA/ MA). Jakarta: pusat Perbukuan Depdiknas




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar